::
News Bulletin 
Archive 
::
Events in Pictures
:::
Economic, Trade and 
Tourism Archive
::
Visa - Consular 
::
Education and Cultural
::
Special Issues
(Aceh-Papua)
::
Speeches - Interviews
::
 Indonesian Media
::
Letters to Editor 
::
Press Release
::
About the Embassy
::
Country Profile
::
Student Corner
::
Useful Links
::
Archives  
  Indonesian Cabinet
 

TSUNAMI & ACEH RECONSTRUCTION

KEPPRES NO. 38 TAHUN 2005

THE 9TH JAKARTA INTERNATIONAL HANDICRAFT TRADE FAIR 18-22 APRIL 2007
KRISTA EXHIBITIONS - JAKARTA INTERNATIONAL EXPO 2007

Orang Utan Komodo Burung Cendrawasih - http://www.sorong.go.id/english

National Agency For Export Development

National Agency For Export Development

 
 

 

8 Darwin Avenue, Yarralumla, ACT 2600
Tel. + 612 - 62508600  Fax. + 612 - 62736017

NEWS BULLETIN
BULETIN BERITA
     

11 April 2007 

18.        SIKAP RI DI DEWAN KEAMANAN PBB TENTANG IRAN SUDAH TEPAT DAN     REALISTIS

Canberra - Posisi Indonesia di Dewan Keamanan (DK) PBB yang mendukung Resolusi 1747 sudah tepat dan mencerminkan sikap yang realistis untuk memperkuat posisi tawar Indonesia dalam mencari solusi damai atas masalah nuklir Iran, kata seorang anggota Komisi I DPR-RI.

"Sikap kita cukup netral dan realistis karena kemungkinan ada saja yang tidak kita ketahui (mengenai program nuklir Iran itu-red.) akibat keterbatasan kemampuan yang ada pada diri kita," kata Muhammad Hatta di Canberra, Selasa malam.

Ditemui di sela-sela acara jamuan makan malam di rumah dinas Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, T.M. Hamzah Thayeb, anggota Fraksi Partai Golkar itu mengatakan, sikap RI sebagai anggota tidak tetap DK PBB bisa jadi merupakan "taktik mundur selangkah" untuk memperkuat posisi tawar RI dalam ikut aktif mencari solusi damai atas masalah nuklir Iran tersebut.

"Keputusan Indonesia yang mendukung dikeluarkannya Resolusi PBB itu tidak berarti kita tidak prihatin dengan nasib rakyat Iran, namun itu diambil demi kepentingan yang lebih besar. Dan, saya yakin kita bisa berperan sebagai 'jembatan' bagi tercapainya solusi damai itu," katanya.

Sebagai negara anggota Gerakan Non Blok, Organisasi Konferensi Islam, dan negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia, kata Muhammad Hatta, sangat memer-hatikan kepentingan negara-negara Muslim, termasuk Iran, selama penguasaan dan pengembangan teknologi nuklir itu benar-benar dimaksudkan untuk tujuan damai, katanya.

Sehubungan dengan sikap Indonesia di DK PBB itu, ia mengatakan, Menteri Luar Negeri Nur Hassan Wirajuda sudah seharusnya menjelaskannya di depan anggota Komisi I DPR-RI.

"Saya kira, dalam waktu dekat, Komisi I DPR-RI akan mengundang Menlu Hassan Wirajuda untuk menjelas-kan alasan di balik keputusan kita itu," katanya.

Muhammad Hatta berada di Canberra bersama sembilan orang anggota DPR-RI lainnya. Mereka merupakan delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR-RI untuk berdialog dengan pimpinan DPR dan Senat Australia, serta sejumlah pejabat Pemerintah Australia tentang berbagai permasalahan hubungan kedua negara.

Lima belas anggota Dewan Keamanan PBB, termasuk Indonesia, 25 Maret lalu sepakat mengesahkan resolusi yang berisi penambahan sanksi bagi Iran setelah Teheran menolak menghentikan pengayaan uraniumnya.

Resolusi DK-PBB No 1747 yang disiapkan bersama-sama oleh Inggris, Prancis, dan Jerman itu, disahkan dalam sidang Dewan Keamanan yang berlangsung di Markas Besar PBB, New York, dipimpin oleh Ketua DK-PBB bulan Maret, Dubes Dumisani S Kumalo dari Afrika Selatan.

Resolusi 1747 itu menjatuhkan sanksi yang lebih berat kepada Iran antara lain dengan melarang ekspor senjata serta membekukan aset 28 orang dan organisasi yang terkait dengan program nuklir dan misil Iran.

Resolusi itu juga menjatuhkan sanksi bidang ekonomi terhadap Iran, yaitu dengan meminta semua negara dan lembaga keuangan internasional untuk tidak membuat komitmen baru dalam rangka hibah, bantuan keuangan dan pinjaman lunak kepada pemerintah Iran.

Semua negara juga diminta Dewan Keamanan agar secara sukarela memberlakukan larangan bepergian terhadap pihak-pihak yang terkait dengan program nuklir Iran.

Selain Indonesia, anggota DK PBB adalah Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, China, Indonesia, Afrika Selatan, Qatar, Italia, Belgia, Slovakia, Panama, Peru, Ghana, dan Kongo.

Selain Muhammad Hatta, Agustinus Clarus, para anggota GKSB DPR RI yang melakukan kunjungan kerja di Canberra hingga Rabu (28/3) ini adalah Agustinus Clarus (ketua delegasi), Pataniara Siahaan, Muchtar Aziz, Saidi Butarbutar, FX Soekarno, Taufik Kurniawan, Bachrudin Nasori, Muhammad Zainul Majdi, dan Ruth Nina M Kedang.

Selama di Canberra, para anggota delegasi GKSB DPR-RI tidak hanya bertemu dengan Presiden DPR David Hawker MP, Presiden Senat Paul Calvert, dan Ketua Sub Komite Urusan Luar Pertahanan dan Perdagangan Parlemen Australia, Avid Jull, tetapi juga Menlu Australia Alexander Downer.

Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu T.M.Hamzah Thayeb, Konselor Bidang Politik KBRI Canberra, Samsu Rizal, dan Juru Bicara KBRI Canberra, Dino Kusnadi, ikut mendampingi para anggota DPR RI itu.

Sebelum meninggalkan Canberra menuju Sydney, Rabu, para anggota delegasi juga bertemu pajabat Depar-temen Pendidikan, Sains dan Teknologi Australia (Antara, 28/03/07).

Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN)

Events in Pictures:
Kunjungan Kenegaraan Presiden RI ke Australia. >>>

Events in Pictures:

Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN)
Joint Commission of the Australian-Indonesian Partnership for Reconstruction and Development, Canberra, Australia. >>>

Anda adalah pengunjung web site kami yang ke :

free hit counters

sejak 25 Januari  2006

About The Embassy

Upacara Bendera HUT RI ke-61

Resepsi Diplomatik HUT RI ke-61

 

 



INFO GEMPA
JOGYAKARTA
 

INFO I (PDF)
INFO II (PDF)

 
Account Balance:
"Indonesia Tsunami Relief Fund"

Kawasan Berikat Nusantara
Nusantara Bonded Zone

Video Stream *
(56Kbps, DSL)
or Download

* To view this Video Stream, you will require Windows Media® Player.
 
 

 

INDONESIAN EMBASSY - CANBERRA, AUSTRALIA