|
13.
TNI-AL SIAP AMANKAN PERAIRAN PERBATASAN DENGAN PNG DAN AUSTRALIA
Jayapura
- Jajaran Pangkalan Utama TNI-AL (Lantamal) X Jayapura, Papua telah siap
dan terus mengamankan perairan Samudera Pasifik yang berbatasan dengan
negara tetangga Papua Nugini (PNG) maupun perairan selatan yang berbatasan
dengan negeri Kanguru Australia.
Komandan
Lantamal X Jayapura, Brigjen TNI (Mar) Sumantri Dipraja di Jayapura,
Minggu (01/04) mengaku, di wilayah Samudera Pasifik berbatasan dengan PNG
dan Australia cukup luas itu sering terjadi pelanggaran laut seperti
pelayaran kapal-kapal asing hingga illegal
fishing karena potensi laut Indonesia sangat besar.
Walaupun
jumlah tenaga yang sangat terbatas dan sarana armada kapal yang juga
terbatas, Lantamal X berupaya sekuat mungkin melakukan pengamanan di laut
agar tidak terjadi pelanggaran yang dikhawatirkan mengganggu hubungan
antarnegara.
Dikatakan,
bagian Selatan Papua menyimpan potensi laut yang menjanjikan, sehingga
sering terjadi pelanggaran laut seperti pencurian biota laut oleh
kapal-kapal asing dengan kerugian negara yang cukup besar.
Disebutkan,
hingga awal 2007 telah ditangkap 155 kapal yang melakukan pelanggaran laut
dengan kerugian negara mencapai Rp 32,7 miliar dengan jumlah ikan yang
disita 1.750 ton.
Dari
kasus itu, sebagian telah dilimpahkan ke pengadilan dan sebagian lagi
masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan dan sebagian lagi telah
diputuskan di pengadilan.
Untuk
itu, pengamanan laut tidak hanya menjadi tanggung jawab jajaran TNI-AL
melainkan juga instansi terkait lainnya dan komponen masyarakat agar
kekayaan laut tidak dikuras oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Brigjen
Sumantri Dipraja mengatakan, Mabes TNI-AL telah memprogramkan akan
meningkatan Lanal Merauke menjadi Lantamal XI agar menangani perairan
Selatan Papua, sebab Lantamal X tidak bisa menjangkau perairan Papua yang
sangat luas dan diapit negara-negara tetangga di Pasfik agar bisa
menangkal berbagai persoalan keamanan di laut (Antara, 02/04/07).
|